Bagi Anda yang masih bingung membuat template pesan WhatsApp blast, Anda bisa membaca tutorialnya DI SINI. Ataupun Anda bisa mengetahui tutorial pengiriman pesan blast pada ARTIKEL INI.


Merujuk pada pedoman template pesan resmi dari WhatsApp pada link berikut https://developers.facebook.com/docs/whatsapp/message-templates/guidelines/?locale=id_ID, ada berbagai alasan template pesan WhatsApp blast Anda ditolak yang perlu Anda ketahui. Berikut berbagai penyebabnya:

  1. Template pesan berisi hal yang melanggar kebijakan WhatsApp

    Misalnya, menawarkan barang atau layanan yang tidak diperbolehkan/dilarang pihak WhatsApp.Informasi bisnis apa saja yang dilarang berdasarkan kebijakan WhatsApp bisa Anda lihat di sini https://www.whatsapp.com/legal/commerce-policy/.

  2. Template pesan berisi hal yang sensitif dan pribadi.

    Misalnya, meminta untuk mengisi nomor rekening bank, NIK, maupun meminta untuk mengirimkan dokumen/file yang bersifat pribadi.

  3. Format pesan yang tidak sesuai, baik dalam penggunaan bahasa yang dipilih tidak sesuai dengan bahasa pada isi pesan (menggunakan dwi bahasa dalam satu template) dan kesalahan ejaan atau gramatikal.

  4. Format penulisan parameter salah (misalnya, tidak ada tanda kurung). Ataupun parameter variabel tidak berurutan.

    Contoh: {{1}}, {{2}}, {{4}}, {{5}} didefinisikan tetapi {{3}} tidak ada.

  5. Isi pesan dianggap mengandung hard selling.

    Misalnya, banyak mengandung kata yang bermakna ajakan atau menjual produk

  6. Pesan berisi ancaman dan berpotensi mengganggu.

    Contonya, mengancam pelanggan dengan tindakan hukum.

Catatan: Perlu Anda ketahui bahwa berbagai penyebab pesan WhatsApp Blast ditolak seperti yang tertulis pada poin-poin di atas sifatnya tidak mutlak. Hal tersebut karena 100% keputusan approval template pesan diputuskan oleh pihak Facebook/WhatsApp.

Namun, untuk mengurangi kemungkinan template pesan Anda ditolak, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

  1. Perjelas nama template pesan Anda. Dibandingkan menggunakan nama seperti "template_005", lebih baik Anda gunakan nama sesuai isi pesan seperti "detail_produk_agustus".

  2. Hindari kesalahan ejaan atau gramatika. Pesan dengan kesalahan eja atau kesalahan tata bahasa dapat membuat pelanggan melihat pesan ini sebagai spam atau tipuan.

  3. Pastikan format bahasa yang dipilih sesuai dengan isi template pesan. Sebaiknya, hindari penggunaan dwi bahasa dalam satu template.

  4. Jika Anda ingin melakukan promosi, sebaiknya isi pesan Anda soft selling dan pastikan tidak mengandung terlalu banyak frasa ajakan, menjual, ataupun memerintahkan.

Apakah Anda menemukan jawaban?