Gratis Workshop online: Optimalkan biaya WhatsApp API dengan strategi Omnichannel Workshop gratis: Hemat biaya WA API Bonus upgrade Professional 1 bulan Daftar sekarangDaftar →

Cara Buat Template Utility untuk Hindari Kategori Marketing

Template Utility WhatsApp digunakan untuk notifikasi dan informasi penting. Pelajari cara membuatnya agar sesuai aturan dan tidak masuk kategori marketing.

Dalam penggunaan WhatsApp Business API, setiap template pesan akan dikategorikan oleh Meta, seperti Utility atau Marketing. Template Utility biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi penting seperti tagihan, notifikasi, atau update layanan.

Banyak bisnis berusaha menghindari kategori Marketing karena biaya pengiriman yang cenderung lebih tinggi serta adanya batasan pengiriman dari Meta. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara membuat template Utility yang sesuai agar dapat disetujui dan digunakan secara optimal.

Fungsi Template Utility

Template Utility memiliki peran utama dalam mendukung komunikasi operasional bisnis yang bersifat informatif. Berikut beberapa fungsinya:

  1. Menyampaikan informasi penting: Digunakan untuk mengirim notifikasi seperti tagihan, status transaksi, atau update layanan.
  2. Memberikan konfirmasi kepada pelanggan: Membantu menginformasikan aktivitas seperti pembayaran berhasil atau perubahan status akun.
  3. Mengirim pengingat (reminder): Digunakan untuk mengingatkan pelanggan terkait jatuh tempo atau aktivitas tertentu.
  4. Mendukung operasional bisnis: Membantu proses komunikasi berjalan lebih terstruktur tanpa unsur promosi.
  5. Menghemat biaya komunikasi: Template Utility memiliki biaya yang lebih efisien dibandingkan kategori Marketing.

Tips Membuat Template Utility

Agar template tidak dikategorikan sebagai Marketing oleh Meta, penting untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Gunakan bahasa yang netral dan informatif
  2. Hindari kata-kata promosi seperti “diskon”, “promo”, atau “spesial”, dan fokus pada penyampaian informasi yang jelas.
  3. Hindari call-to-action (CTA) yang terlalu kuat
  4. Kalimat seperti “klik di sini” atau “cek sekarang” dapat dianggap sebagai ajakan marketing, sehingga sebaiknya gunakan bahasa yang lebih netral.
  5. Fokus pada informasi yang relevan
  6. Pastikan isi pesan benar-benar berisi informasi yang dibutuhkan pelanggan, seperti detail tagihan, status layanan, atau konfirmasi transaksi.
  7. Hindari kata yang bersifat promosi atau insentif
  8. Kata seperti “gratis”, “reward”, atau “penawaran” dapat menyebabkan template masuk ke kategori Marketing.
  9. Gunakan batas waktu secara informatif
  10. Jika perlu mencantumkan tanggal, gunakan dalam konteks informasi (misalnya: “jatuh tempo pada…”), bukan untuk menciptakan urgensi.
  11. Gunakan nada formal dan profesional
  12. Hindari gaya bahasa yang terlalu santai atau persuasif agar pesan tetap terlihat sebagai informasi resmi.
  13. Hindari ajakan untuk interaksi lanjutan
  14. Jangan menyertakan kalimat yang mendorong pelanggan untuk menghubungi atau melakukan aksi tambahan tanpa kebutuhan yang jelas.

Pisahkan pesan utility dan marketing

Jika terdapat informasi promosi, sebaiknya dikirim dalam template terpisah agar tidak mempengaruhi kategori pesan utama.